Remember When - Winna Efendi

rememberAku selalu menyukai penulis dari bukunya. Dan dari buku-bukunya, aku akan menyukai buku selanjutnya.

Ai dan Refrain adalah dua buku karangan Winna Efendi yang sudah kulahap beberapa waktu yang lalu. That\’s why saat tahu dia akan menelurkan lagi Remember When, mataku selalu mencari novel itu di pojok “New Arrival”, “Recommended”, dan “Best Seller”.

Alhasil baru beberapa hari yang lalu aku bisa mendapatkan Remember When, di saat keesokan harinya aku harus menghadapi dua ujian susulan mata kuliah Hk. Perdata dan Pidana dalam satu hari!

Hal pertama yang saya suka dari novel ini adalah alur cerita yang mengalir, tidak terkesan terburu-buru, dan akhir cerita yang sulit untuk diprediksikan sebelumnya. Menuliskan kisah dengan 4 narator pasti bukanlah hal yang mudah. Di sini pulalah kehebatan sang penulis yang mampu membuat pembaca (ya, setidaknya saya) bisa \’lompat\’ dari jiwa satu ke yang lain.

Setting tempat? kali ini latarnya tidak terlalu dideskripsikan dengan jelas, setidaknya tidak segamblang penggambaran tempat di novel Ai. Mungkin karena novel ini memfokuskan pada kehidupan anak SMA yang benar-benar biasa, walaupun kisah cinta yang mereka punya benar-benar tak biasa. Beberapa bagian dari novel ada yang salah ketik, tapi buatku itu nggak jadi masalah, karena toh aku masih bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh si penulis :)

Setiap tokoh digambarkan secara berbeda. Freya yang freakin genius, Moses si siswa teladan yang sangat menghargai wanita, Adrian si jago basket yang selalu easy going, Gia, cewek paling cantik dan ngetop se-sekolah, dan Erik, orang yang paling mengerti Freya sekaligus cowok ter-blak-blakan yang pernah kutemui dalam novel. Siapa yang bakal menduga kalau cinta akan tumbuh di antara mereka yang sudah terikat komitmen dengan orang lain?

Di sinilah bagian yang beda dari novel ini, bagian yang membuatku kadang menutup novel untuk sekadar menghela nafas. Mencoba memasuki posisi mereka satu per satu. Tidak ada satu dari ke-empatnya yang merasa biasa-biasa saja. Ini ujian cinta dan persahabatan yang sangat rumit, berat, tak dapat diungkapkan hanya dengan sebaris dua baris kata.

Remember When, seolah ingin mengungkapkan pesan: “Ingatkah saat kita melewati senja berdua?memang tanpa kata cinta, namun seberapa kuat kita berusaha menepis, kita akan semakin sadar bahwa cinta adalah rasa yang membuat kita ada di sini, berdua.”


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
May 11th, 2011 at 12:39 AM




One Response to “Remember When - Winna Efendi”

  1.    Winna Says:

    Terima kasih untuk reviewnya :) glad you like it.

Leave a Reply